Kamis, 22 Januari 2015

Menyambut Tren Urban Farming Indonesia


          Masyarakat perkotaan semakin sadar bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting. Perkotaan yang bising, macet, polusi, dan membuat pikiran stres membuat mereka jenuh dan ingin sekali merileksasikan diri dan mengikuti kegiatan yang menyenangkan. Indonesia berkebun telah memulainya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menularkan budaya urban farming Indonesia yang diprediksi akan menjadi tren masyarakat urban di tahun 2015. Selain untuk memetik hasilnya, tujuan utama Ridwan Kamil sebagai inisiator adalah mewariskan budaya positif dan kota yang nyaman bagi generasi berikutnya. Sasaran utama Indonesia berkebun adalah perkotaan besar di Indonesia, permasalahannya bagaimana kita bisa berkebun di perketoaan yang notabene sempit lahan dan kualitas tanah tidak terlalu baik ? Yuk kita simak berbagai teknik urban farming yang dapat menjadi solusi dan peluang bisnis tentunya........

1. Verikultur


     Teknik Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman. Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, baby kalian, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas (Ay0Berkebun.com).

2. Hidroponik

          Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu Paprika,Tomat,Timun,Jepang,Melon,Terong Jepang, dan Selada (Wikipedia).

3. FarmPad

       FarmPad adalah cara baru menanam di lahan sempit atau bahkan di jalan aspal sekalipun yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. FarmPad dikembangkan dari teknik Raised Beds yang memiliki segudang keunggulan dibanding teknik lain. Seperti kemudahan perawatan, tidak rentan hama / gulma, efisien, dll. Selain itu FarmPad dapat dipindahkan dengan mudah dan dibongkar pasang layaknya kita bermain lego ! Saat ini FarmPad masih dalam tahap pengembangan dan akan segera diluncurkan pada tahun 2015 menyambut tren urban farming. Kalau sudah dirilis, jangan ragu untuk berkebun di rumah masing-masing lagi ya !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar